Balik Nama Kendaraan Bermotor (BNKB) di Polres Bantul

Pada awal bulan agustus ini saya mengurus bnkb di kantor polres dan samsat Bantul, awalnya rencana cuma perpanjang pajak tahunan, berhubung ktp asli tidak punya, dan mau pinjam ke pemilik sebelumnya sudah tidak tau kemana karena sudah ganti alamat, kenapa mending tidak balik nama sekalian, dengan niat bulat yasudah dibalik nama sekalian, walau plat nomer habisnya masih tahun depan, oh iya ini balik nama dari Bantul ke Bantul, jadi tidak perlu mutasi.

Setelah baca paparan tentang review teman-teman di internet, yang katanya agak rumit prosesnya, tak masalah karena sudah niat, mulailah rencananya, yaitu hari sabtu, minggu depan dari sekarang, mumpung kerja pas libur.

Tibalah dihari sabtu, jumat malamnya saya persiapin itu syarat-syarat dan dokumen-dokumen pelengkapnya yang harus dibawa, yaitu :

– Uang,(biaya)
– Ktp asli
– Stnk asli
– Bpkb asli
– Kwitansi asli +materai,
– Map + klips (opsional biar tidak ribet)

Proses hari H nya :

Bangun pagi, rencananya berangkat jam setengah 8, dengan asumsi dateline jam 12 harus slesai *maksa amat,  tapi molor ternyata, beres-beres mandi baru selesai jam 8, keburu-buru ini, soalnya hari sabtu menurut info jam 12 sudah tidak dilayani, akhirnya berangkat dari rumah jam 8.15, nah tujuan pertama karena searah sama tujuan, mampir dan tanya di kantor samsat pembantu di sewon jl. Paris, ternyata disana hanya khusus melayani perpanjang pajak saja, untuk balik nama tetap harus ke polres dan samsat bantul, meluncur lah saya ke polres bantul, mengapa ke polres dulu, karena syaratnya harus daftar dulu, cek fisik baru diproses dan baru ke samsat.

Tibalah di polres bantul, tanya petugas jaga posko polisi depan, *ketahuan kalau tidak familiar sama ini tempat, di tunjukin parkir di belakang, terus cek fisik di sebelah ujung pojok kanan.

Sampai disana betapa terkejutnya, ternyata benar kesiangan, yang antri sudah banyak, entah ada yang mengurus sim, bpkb dll.., mungkin karena sabtu akhir pekan kali yah, tujuan pertama, langsung ke fotokopian di dalam kompleks situ, siapin itu berkas dokumen, petugas fotokopinya sudah hafal, tinggal sebutin saja, buat balik nama begitu, atau yang lainnya, nah disini saya sambil tetap tanya butuh kwitansi ya, dia bilang iya sebagai syarat wajib, sekalian beli kwitansi + materai, total biaya fotokopi, kwitansi, materai 10ribu. Selanjutnya, saatnya isi kwitansi pembelian, disini kita isi asal saja, dan harganya dikira kira saja, kemudian cari tempat berteduh buat mengisi, yaitu di sebelah samping yang ada meja bundar dan payungnya.

Baru saja duduk, tiba-tiba datang seorang bapak-bapak yang usianya menurut saya sudah lebih dari sekitar 50th, dia dari belakang, sendirian pula, “dik dik, bisa minta tolong, isiin ini ya, bapak bingung, begitu katanya sambil menyodorkan beberapa blangko ke meja saya”, hmmmm.., mumpung bulan puasa ini, tidak salah banyakin buat beramal :D, saya liat ternyata blangko perpanjangan sim, ada 3 form banyak juga, dan ternyata ini blangko perpanjangan sim untuk seumur hidup, saya isiin sampai selesai, selang 15 menit saya kasih ke bapak itu, dia bilang trimakasih ya :), saya jawab sama2 :-), lanjut ini mengarang kwitansi, bingung juga ternyata mengisinya, lirik meja sebelah ada bapak-bapak paruh baya, ternyata lagi buat kwitansi juga, dan akhirnya nyontek deh.

Berselang 5 menit, isi kwitansi plus tempelin materai semuanya selesai, lanjut cepat-cepat menuju loket pendaftaran, yaitu loket yang paling kecil untuk loket bpkb dan cek fisik, setelah itu diserahkan menunggu sekitar 5 menit, baru di panggil, disuruh langsung menuju ke lokasi cek fisik, saya lihat ternyata dapet nomer urut 13,  langsung saja kuambil kendaraan ke lokasi cek fisik,

Suasana di polres bantul

                

Setelah itu saya menuju lokasi cek pishik, dan ternyata antrinya lumayan banyak, petugas cek fisiknya cuma satu, bapak-bapak pake baju biru ,  alamat lama ini, beneran ternyata, selang 1 jam lebih sedikit, tibalah giliranku, saya lihat jam sudah menunjukkan setengah sepuluh, tak lihat dengan seksama bapak itu dengan cekatan bongkar bagian depan dan bawah, digosok-gosok lah itu agar muncul no rangka dan no mesin, selang 20 menit selesailah, disini sukarela, tidak bayar juga tidak apa-apa, tapi saya kasih 10ribu.

Setelah itu hasil cek fisik beserta berkas sebelumnya dimasukin lagi ke loket semula, sesudah dimasukkin saya harus menunggu, disini agak lama ternyata, kurang lebih 20 menitan barulah di panggil, diserahin berkas dan resi pengambilan bpkb, dan disuruh membayar 110 ribu, setelah itu disuruh langsung ke kantor samsat bantul, buat mengumpul berkas selanjutnya, sementara resi bpkb, baru jadi dan bisa diambil pada tanggal 6 september, mikir dalam hati *wah ini mah 1 bulan dari sekarang,.. owh pantes, mungkin diakumulasi sampai sehabis libur lebaran, pikirku.

Selanjutnya meluncur ke samsat bantul, lokasinya sih tidak begitu jauh sama polres, tapi ternyata masuk jalan kampung, ke timur, sempat bingung, sempat tanya sekali ke orang sekitar, ditunjukin kantor samsatnya, saya lihat sudah pukul 10.50, sampailah di samsat dan saya parkir kendaraan, dengan pedenya langsung masuk ke ruang utama, melongo, terus kemana ini, akhirnya tanya lagi ke bapak-bapak yang di meja samping, ternyata salah, mengumpul berkas kalau dari cek fisik di polres harus menuju ke bangunan samping ruang sebelah kiri (facepalm),  keluar lagi ruangan menuju bangunan sebelah loket 2A, setelah masuk ruangan, cuma ada satu petugas, serahin itu berkas, registrasi, di cap suruh bayar 10ribu lagi, setelah itu disuruh masukin berkas di loket 3A, di bangunan sebelahnya.

Dari sini saya kembali ke bangunan ruang utama tadi, langsung masukin ke loket 3A, sesudah itu disuruh menunggu lagi baru di panggil, selang 10 menit, di panggilah saya, suruh bayar 50ribu, terus dikasih blangko rangkap 3 suruh mengisi, dengan ukuran blangko yang ternyata selebar kertas-kertas jumbo dan dengan form isian yang banyak dan agak rumit bagi seorang pemula menurutku, akhirnya mundur teratur cari bangku buat mengisi itu, baru saja letakin blangko di meja, dari samping, ada yang menyapa “mas-mas ngisiin semua lengkap cuma 5 rebu, tinggal terima beres” katanya, ternyata bayak calo disitu, kujawab dengan senyuman, lain kali saja mas, lanjut deh ku isi sendiri, ada beberapa form memang ku gak tau cara ngisinya…  #abaikan, kita isi saja yang menurut kita tahu, selang 15 menitan, selesai , kubawa lagi itu berkas, dimasukin ke loket 2A, setelah 5 menitan di panggil lagi, selesai, disuruh mengisi no telp kontak di buku hadir, dan dikasih resi kertas untuk mengambil resi pembayaran stnk pajaknya, yaitu besok tgl 15 agustus diloket 4B, sekitar 2 mingguan dari sekarang, okelah, sampai disini proses di samsat selesai…

Suasana di samsat bantul

                

Jadi saya punya 2 resi, buat ambil stnk di samsat, dan bpkb di polres,

Selanjutnya tibalah hari untuk mengambil resi pembayaran stnk di samsat, yaitu hari rabu tanggal 15 agustus, dari rumah sudah siap-siap bangun pagi,  menyempatkan sebelum masuk kerja harus ke samsat bantul, berangkat pagi dari rumah pukul 07:10, sampailah di samsat 7:45, langsung parkir, masuk keruang utama loket, ternyata… .sudah banyak orang, sama saja sudah ramai, baru tau ternyata, kalau selama bulan ramadhan samsat buka lebih awal mulai jam 07:30.

Disini saya langsung menuju loket 4B, untuk nyerahin resi dan mengambil resi pembayaran, selang 5 menit dipanggil, dikasih resi kwitansi disuruh langsung bayar diloket 5B, dan disitu tertera habis 206 ribu, langsung menuju kasir loket 5B, menunggu sekitar 10 menitan karena mbak-mbak kasir polisinya belum standby :D, sesudah dipanggil lalu bayar sesuai yang tercantum, selesai itu disuruh ke loket 6, menunggu dipanggil untuk mengambil stnk jadi, kurang lebih baru setelah 45 menit-an dipangil, dapat stnk baru dengan nama pemilik baru ciee…, oh iya ini sudah termasuk pajak stnk untuk 1 tahun kedepan.

Terus bagaimana dengan Bpkb nya, bpkbnya masih menunggu tanggal 6 september, tepat beberapa hari setelah masa libur lebaran, di polres mengambilnya dengan menunjukkan resi yang telah diberikan, oke, dengan ini proses selesai, dengan rincian biaya yang telah dikeluarkan :

– Fotokopi + materai : Rp 10.000
– Daftar Bpkb : Rp 110.000
– Biaya cek fisik : Rp 10.000
– Registrasi hasil cek fisik loket 2a : Rp 10.000
– Administrasi Penitipan Berkas loket 3a : Rp 50.000
– Resi pembayaran pengambilan Stnk loket 5b : Rp 206.000

Total biaya yang keluar : Rp 396.000

Semua keseluruhan proses disini sudah selesai, dapat pengalaman baru dan sudah ngerti cara, proses dan tatacaranya sekarang, mungkin itu saja pengalaman dari saya, sudah mengantuk ini nulisnya, hehehe, semoga membantu, salam 🙂 ,

2

4 Responses

  1. Ign.Djoko Sardjono
    14/07/2013
    • andykamto
      14/07/2013
  2. ucok
    24/10/2013
  3. Sagung Widhiata
    19/12/2013

Kirim Komentar