looking for happiness v2

Ada seekor celeng yang pemurung. Ia mempunyai tetangga seekor kera yang mempunyai sifat sebaliknya. Kera itu periang, banyak memiliki sahabat, serta pintar memberi nasihat. Suatu hari, celeng bertamu ke rumah kera.

Kata celeng, “Kera, kudengar kau binatang paling bijaksana di rimba belantara. Benarkah itu?” Sahut kera, “Kata warga rimba, memang demikian.” “Kalau begitu, boleh aku meminta nasihat padamu?” kata celeng lebih lanjut.

“Oh, silahkan.” “Begini, Kera. Aku tidak pernah merasa bahagia dalam hidup ini. Apa gerangan sebabnya?”

Kera berpikir sejenak, kemudian jawabnya, “Oho, Celeng, pergilah cari pohon zonga. Buahnya berwarna ungu. Petiklah buahnya, lalu makanlah. Dengan memakan sebuah zonga saja kau akan merasakan bahagia seumur hidupmu.”

“Buah zonga? Aku baru mendengar sekarang. Di mana terdapat buah itu?” Esoknya celeng berkelana. Untuk mencari buah kebahagiaan itu.

Setahun kemudian tiba di rimba tempat ia lahir. Kera menyambut kedatangan celeng, yang kini wajahnya segar dan ceria. Tanya kera, “sudahkah kautemukan buah zonga?”

Celeng menjawab, “belum, Kera. Tetapi, aku sudah menemukan kebahagiaan itu. Kini aku sangsi, benarkah ada pohon zonga itu? Seluruh pelosok dunia telah kujelajahi. Tidak seorangpun tahun tentang buah ajaib itu.”

Sambil menyungging senyum, menjawablah kera, “Benar dugaanmu, Celeng. Buah zonga hanya karanganku belaka. Tentu saja kau tidak bisa menemukannya. Tetapi ngomong ngomong, bagaimana cara kau memperoleh kebahagiaan itu?”

Celeng menjawab, “Aku menikmati perjalanan itu. Di mana mana aku menjalin persahabatan. Setiap hari ada hal hal baru yang kulihat. Nah, ternyata dengan banyak bersahabat dan melihat luasnya dunia, hati kita menjadi bahagia.”

Kera mengangguk angguk mengiyakan.

———————————
Sepenggal kisah diatas hanya sebuah cerita, sejatinya setiap insan pasti menginginkan hidup bahagia, aman, tentram dan damai dalam menjalankan kehidupan. Tahukah bagaimana cara memperoleh kebahagiaan itu? Rasulullah memberikan sebuah nasehat abadi bagi mereka pencari kebahagiaan dan ketenangan baik di dunia dan di akhirat. Beliau bersabda :

“Janganlah kalian saling dengki, menipu, marah, dan memutuskan silaturrahmi. Dan janganlah kalian menjual sesuatu yang telah dijual kepada orang lain. Jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain(dia) tidak mendzalimi,mengabaikan,mendustakan dan menghina. Taqwa itu ada di sini (seraya menunjuk dadanya sebanyak tiga kali). Cukuplah seorang muslim dikatakan buruk jika dia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas muslim yang lain haram darahnya, hartanya dan kehormatannya” (HR.Muslim)

this conclusion :
Mencari kebahagiaan adalah fitrah murni setiap manusia. Kebahagiaan itu tidak usah dicari dimana-mana karena sesungguhnya sudah ada di dalam diri kita tinggal kita yang mengusahakan. Kebahagiaan itu ada di sini…di hati kita. Tanda kebahagiaan seseorang apabila dalam dirinya terdapat tiga hal, bila mendapat nikmat bersyukur, bila diuji bersabar dan bila berdosa segera bertaubat.

Sumber Cerita : sarikata.com

2

No Responses

Kirim Komentar