Perangkat TV Digital

Menunggu, mengikutikah? atau mengharap perubahan yang lebih baik tentunya…, sebentar lagi pemerintah telah memutuskan dan menetapkan bahwa dalam jangka waktu 10 tahun ke depan akan ada transisi perubahan dari tv analog ke, atau menjadi tv digital di indonesia. Mungkin secara bertahap akan ada perubahan-perubahan berarti di industri televisi kita. Singkatnya tv digital ini menggunakan transmisi digital melalui satelit dan menggunakan standar yang disebut DVB-T (Digital Video Broadcasting Satellite).

Beberapa kelebihan kualitas penyiaran TV Digital adalah kualitas gambar dan warna yang dihasilkan jauh lebih bagus daripada televisi analog. Desain dan implementasi sistem siaran TV digital terutama ditujukan pada peningkatan kualitas gambar. Terdapat dua aspek yang berbeda dan memerlukan kompromi dalam hal ini. Pada satu sisi, teknologi TV digital memungkinkan pengiriman gambar dengan akurasi dan resolusi sangat tinggi, tetapi pada sisi lain memerlukan tersedianya kanal dengan laju sangat tinggi, mencapai belasan Mbps. Yang jelas sistem TV digital diharapkan mampu menghasilkan penerimaan gambar yang jernih, stabil, dan tanpa efek bayangan atau gambar ganda, walaupun pesawat penerima berada dalam keadaan bergerak dengan kecepatan tinggi.

Untuk itu pesawat TV analog yang masyarakat atau kita pakai sekarang tidak akan bisa menerima sinyal digital atau siaran tv digital, maka diperlukan pesawat TV digital yang baru agar TV dapat menggunakan alat tambahan baru, yang berfungsi merubah sinyal digital menjadi analog. Perangkat tambahan tersebut disebut dengan decoder atau set top box (STB).

settopbox.jpg

Contoh gambar set top box (STB)

Beberapa manfaat Penyiaran TV Digital di masa datang :

1. Pemirsa dapat memilih sendiri kapan akan menonton, remote tidak lagi untuk memilih saluran tapi juga untuk melihat simpanan program, (siaran interaktif). Televisi yang menjadi siaran interaktif akan lebih memudahkan pemirsanya untuk mencari-cari program yang dia sukai. Tidak ada lagi prime-time karena saat itu pemirsa dapat mencari program lain yang dibutuhkan.

2. Penerimaan mobile, efisiensi kanal frekuensi, dan potensi jasa tambahan seperti TV-Interaktif dan layanan data-casting.

3. Aplikasi teknologi siaran digital menawarkan integrasi dengan layanan multimedia lainnya serta integrasi dengan layanan interaktif seperti Video on Demand (VoD), Pay Per View (PPV), bahkan layanan komunikasi dua arah seperti teleconference

Untuk gambaran penyiaran tv digital ke depan juga mengalami perubahan yang sangat berarti baik dari pemanfaatan kanal maupun teknologi jasa pelayanannya. Pada pemanfaatan kanal frekuensi akan terjadi efisiensi penggunaan kanal yang sangat berarti. Satu kanal frekuensi yang saat ini hanya bisa diisi oleh satu program saja nantinya akan bisa diisi antara empat sampai enam program sekaligus. Sepuluh program siaran TV-swasta Nasional saat ini yang menduduki juga 10 kanal di UHF (Ultra High Frequency) hanya menduduki 2 atau 3 kanal saja.

Dengan pemisahan ini maka masing-masing bisa lebih terkonsentrasi pada bidang bisnisnya sendiri sehingga masyarakat pemirsa TV akan memperoleh kualitas pelayanan yang lebih beragam dan tentunya lebih baik. Pada sistem penyiaran TV Digital dimungkinkan munculnya jasa-jasa layanan baru seperti informasi-informasi laporan lalu lintas, ramalan cuaca, berita, olahraga, pendidikan, bursa saham, kesehatan dan informasi-informasi layanan masyarakat lainnya. Para penyedia content hanya terkonsentrasi pada isi program saja dan tidak perlu mengurus penyiapan infrastruktur jaringan dan pengoperasiannya. Penyedia content hanya membayar sewa jaringan transmisi saja atau bisa dijual kepada content distributor, wah..wah..prospek bagus dan cerah deh..untuk para Penyedia Content lokal tuh… :-),

Dikutip dari berbagai sumber,

2

3 Responses

  1. AndrewBoldman
    05/06/2009
  2. aditmaru
    07/04/2010
    • andykamto
      07/04/2010

Kirim Komentar