TV Kabel

TV Kabel

TV Kabel (cable tv) pertama kali berasal dari Pennsylvania, USA, sekitar akhir 1940-an. Seorang pemilik toko perabotan di sebuah kota kecil di lembah pegunungan tidak puas akan kualitas sinyal televisi yang diterimanya, hal ini disebabkan karena sinyal sulit masuk ke lembah. Beliau memasang antena besar di puncak gunung, kemudian menarik kabel twin lead antenna ke tokonya. Dan siaran televisi dapat dinikmati oleh kota tersebut, penjualan televisi meningkat pesat. Beliau memperbaiki kualitas tangkapan sinyal dengan menggunakan kabel coaxial dan beberapa amplifier (boosters).

Tahun 1948, Ed Parson yang tinggal di Astoria, Oregon, membuat sistem community antenna television (CATV) dengan media kabel twin-lead dan dipasang dari satu atap rumah ke atap rumah lain. Sementara itu, pada tahun 1950, Bob Tarlton membangun sistemnya di Lansford, Pennsylvania, dengan menggunakan kabel coaxial yang dipasang pada tiang. Ia mendapat hak monopoli di kotanya dan menyiarkan tiga saluran bagi pelanggannya.

Ternyata kesulitan penerimaan siaran televisi tidak hanya terjadi di daerah-daerah terpencil, tetapi juga di kota-kota yang penuh dengan gedung-gedung tinggi. Karena itu, TV kabel juga berkembang di daerah perkotaan. Selain itu, semakin lama tidak hanya sekadar menjadi sambungan ekstensi dari siaran TV lokal saja, tapi sudah mampu memberikan layanan yang dapat menyaingi siaran TV lain.

Melihat perkembangan itu, Federal Communication Commision (FCC) membuat batasan bagi TV kabel untuk menerima siaran televisi jarak jauh. Pada awal tahun 1970, FCC memperkuat kebijakan tadi dengan membuat undang-undang yang membatasi kemampuan operator TV kabel dalam menyiarkan: film, sekilas peristiwa, dan lain-lain. Akan tetapi, pada tahun 1972 dikeluarkan kebijakan deregulasi bertahap untuk TV kabel. Akibatnya, aturan-aturan semakin diperlonggar. Hal itu membangkitkan industri pembuat kelengkapan televisi kabel di tingkat lokal dan federal. Dengan demikian, terjadilah pertumbuhan layanan siaran dan penambahan pelanggan. Penggunaan teknologi microwave, komunikasi satelit, dan kabel serat optik sebagai media tambahan juga meningkatkan pertumbuhan layanan. Selain itu, diperoleh pula peningkatan saluran dengan cara kompresi data video digital.

Sejak itu dimulai pengembangan teknologi digital melalui jaringan kabel. Kini sebagian besar jaringan televisi kabel di dunia sudah menggunakan kombinasi kabel coaxial dan fibre optic yang umumnya disebut HFC (Hybrid Fibre-Coaxial). HFC memungkinkan kapasitas channel yang lebih banyak dan transmisi dua arah. Kemampuan inilah yang selanjutnya dikembangkan untuk penggunaan cable modem.

7

No Responses

Kirim Komentar